KUDUS - Semangat untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan pelayanan prima terus digaungkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus. Komitmen ini kembali dibuktikan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Zoom bertajuk 'Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026'. Acara yang digelar pada Kamis (23/04) ini menjadi tonggak penting dalam upaya Rutan Kudus meraih predikat bergengsi tersebut di tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan entry meeting, sebuah langkah krusial sebagai pondasi penilaian pembangunan Zona Integritas tahun 2026. Seluruh peserta, termasuk jajaran Rutan Kudus, mengikuti sesi ini dengan penuh perhatian. Tujuannya jelas, yakni menyerap setiap arahan kebijakan dan strategi yang akan menjadi peta jalan dalam persiapan selanjutnya.
Inspektur Jenderal (Irjen) Yan Sultra turut hadir memberikan panduan berharga. Ia menekankan betapa vitalnya kesiapan data pendukung, konsistensi dalam penerapan, serta komitmen tulus untuk mewujudkan birokrasi yang bebas dari praktik korupsi dan senantiasa akuntabel. Pengalaman saya sebagai manusia, saya merasakan betapa pentingnya hal ini untuk membangun kepercayaan publik.
Tak hanya itu, Irwil I Ika Yusanti turut memaparkan capaian pembangunan Zona Integritas di tahun sebelumnya. Rincian timeline pelaksanaan kegiatan Zona Integritas tahun 2026 juga dipaparkan, memberikan panduan konkret bagi seluruh satuan kerja. Ini seperti peta yang jelas, menunjukkan arah yang harus kita tuju.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kudus, Rifqi Nabris, mengungkapkan kegembiraannya atas partisipasi dalam kegiatan ini. Ia menilai ini adalah langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kesiapan seluruh jajaran. Ia menambahkan bahwa pemahaman komprehensif tentang mekanisme evaluasi Zona Integritas ini menjadi bekal berharga untuk terus melakukan perbaikan.

David Fernanda Putra