KUDUS - Demi mengukuhkan komitmen tak tergoyahkan dalam menjaga integritas, jajaran pengamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus tak tinggal diam. Mereka secara antusias mengikuti acara Pengukuhan Petugas Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) yang menjadi pilar penting dalam menjaga marwah Pemasyarakatan.
Kegiatan yang sarat makna ini, meski dipusatkan di Aula Wismasari Nusakambangan, turut dirasakan semangatnya oleh Rutan Kudus melalui partisipasi virtual via Zoom Meeting pada Rabu (8/4/2026). Sebuah langkah adaptif yang menunjukkan keseriusan dalam mengikuti perkembangan zaman.
Arahan langsung dari Kepala Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Jawa Tengah, Bapak Mardi Santoso, menjadi penekanan penting. Beliau menegaskan fungsi krusial Satops Patnal sebagai instrumen strategis yang tajam dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan. Lebih dari itu, memastikan setiap gerak langkah petugas selaras dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Kudus, Ahmad Abrori, yang memimpin langsung personelnya dalam sesi daring ini, melihat pengukuhan ini sebagai momen tak ternilai untuk memperkuat fondasi kedisiplinan di internal Rutan Kudus.
"Pengukuhan dan pengucapan ikrar ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah janji setia setiap petugas pengamanan untuk bekerja dengan jujur, profesional, dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran. Kami di Rutan Kudus siap menjalankan fungsi Satops Patnal untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap kondusif, " ujar Beliau dengan tegas usai kegiatan.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa peran Satops Patnal akan terwujud dalam tindakan nyata. Mulai dari pengawasan rutin terhadap kepatuhan petugas, pemeliharaan ketertiban di setiap blok hunian, hingga upaya sterilisasi menyeluruh terhadap barang-barang terlarang yang berpotensi mengancam keamanan di dalam Rutan.
"Instruksi Kakanwil sangat jelas, kita harus menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya penyimpangan. Satops Patnal akan menjadi mata dan telinga organisasi dalam menjaga marwah Pemasyarakatan, " tambahnya, menunjukkan kesadaran penuh akan tanggung jawab besar yang diemban.
Meskipun dilaksanakan dalam format daring, prosesi pengukuhan yang dimulai tepat pukul 16.00 WIB ini diselimuti suasana khidmat yang mendalam. Terlihat jelas bagaimana seluruh petugas pengamanan Rutan Kudus menyerap setiap rangkaian acara dengan tertib, mencerminkan penghayatan mereka terhadap sumpah yang diucapkan.
Sebagai tindak lanjut konkret, hasil dari pengukuhan ini akan segera diintegrasikan ke dalam pola kerja harian di Rutan Kelas IIB Kudus. Laporan pelaksanaan kegiatan pun telah rampung disusun, siap disampaikan kepada Kantor Wilayah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dedikasi dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin PRIMA.

David Fernanda Putra