KUDUS - Suasana kebersamaan dan semangat belajar terpancar dari Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kudus pada Selasa (28/4) lalu. Di tengah rutinitas harian, para warga binaan antusias terlibat dalam kegiatan pengolahan lahan yang menjadi bagian penting dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Ini bukan sekadar tugas, melainkan sebuah langkah awal yang penuh harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Proses pengolahan lahan ini melibatkan partisipasi aktif warga binaan, mulai dari membersihkan area, menggemburkan tanah yang padat menjadi lebih subur, hingga mempersiapkan media tanam yang ideal. Mereka menggunakan campuran tanah dan kompos berkualitas, sebuah perpaduan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menjaga kelembapan agar bibit yang akan ditanam tumbuh optimal.
Kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Setiap langkah dalam pengolahan lahan didampingi oleh petugas yang berpengalaman. Pendampingan ini memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya melakukan pekerjaan fisik, tetapi juga benar-benar memahami teknik dasar dalam budidaya tanaman yang baik dan benar. Pengalaman langsung ini terasa sangat berharga, seperti merasakan tanah di tangan dan melihat potensi kehidupan yang terkandung di dalamnya.
Rifqi Nabris, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kudus, menekankan pentingnya tahapan ini. Ia menjelaskan, “Melalui pengolahan lahan ini, warga binaan belajar langsung mulai dari persiapan media tanam hingga siap untuk ditanami. Dengan memanfaatkan tanah, kompos, dan pelepah pisang, diharapkan hasil budidaya ke depan dapat lebih optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kerja sama di antara warga binaan.” Pernyataannya mencerminkan visi besar di balik program ini, yaitu memberdayakan individu.
Rutan Kudus menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam program pembinaan berbasis keterampilan. Bidang pertanian menjadi salah satu fokus utama, sebagai jembatan untuk menciptakan warga binaan yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga produktif dan siap berkontribusi setelah kembali ke masyarakat.

David Fernanda Putra